Senin, 02 Januari 2012

diklat angkatan ke 18

MISTERI DI BALIK PENDIDIKAN MAPALA SUSKA ANGKATAN KE 18
Minggu 4 desember 2011 tim event berangkat ke lapangan menuju Desa Tanjung  Kabupaten Kampar, tim yang berangkat Capunk, Ubur, Lontok, Egon, setelah beberapa jam naik sepeda motor setengah perjalanan kami pun melepas penat dengan sebungkus indomie dan sebatang rokok sampoerna sejenak sambil sholat zuhur di sebuah mesjid tua, akhirnya salah satu tim  mengatakan bergegas untuk melanjutkan perjalanan, karena perjalanan yang akan di tempuh masih sangat jauh, setelah motor dinyalakan kamipun memacu motor kami dengan waktu, liku demi liku kami lalui dengan santai. Akhirnya kami pun sampai di Desa Tanjung yang telah di tunggu oleh merapi dan gonjes yang telah berangkat sehari sebelumnya, kamipun di arahkan kerumah salah seorang warga,kami di sambut hangat oleh warga setempat, kamipun langsung di suguhkan sepiring durian tua, pas pula waktu kami datang.
Desa Tanjung musim durian, setelah sejam menunggu dan bercengkrama dengan warga, sekalian mengurus administarsi ke kantor desa,tapi salah seorangn tim pulang lagi ke pekanbaru untuk mengurus panitia yang akan berangkat esok harinya.kami akhirnya meninggalkan rumah tersebut dan di sarankan hati hati di hutan. 15 menit naik motor kamipun sampai di tempat penyebrangan menuju pintu hutan tempat para warga menggantungkan hidupnya disebatang pohon karet, komoditi yang umum di tanjung adalah karet.
 Lama bercerita ahirnya kami menyebrang dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, sementara motor di titipkan ditempat penyebrangan. Berjalan menyusuri bibir hutan karet setelah satu jam dengan seorang leader merapi, semak demi semak kami lalui, langkah kaki mulai tarasa berat, mengapa belum juga sampai kata gonjes, rupanya tim nyasar jauh dari jalur, setelah sejenak berfikir, akhirnya jalan pintas kami lalui, yaitu menyusuri sungai kearah hulu.sampai juga akhirnya.
Kamipun langsung membersihkan tempat untuk mendiririkan tenda dome orange yang lumayan besar itu.semua telah selesai, egon yang kami fungsikan sebagai kodap (koordianator dapur) tak lama kemudian menyuguhkan segelas teh panas sambil tersenyum santai. Haripun sudah mulai beranjak gelap, suara jangkrik saling bersahutan. Lampu botol yang telah di siapkan sebelumnya kami hidupkan.
            Detik demi detik kami hiasi dengan tawa canda  dikesunyian malam, tak terasa jam menunjukkan pukul 23.00 mata yang mulai berat, kamipun mulai menuju pembaringan yang hangat di dalam dome di tengah gelapnya hutan rimba.
Mentari pagi mulai tertawa melihat kami yang tertidur lama setelah berjalan cukup lama di hutan hari kemaren. Keluar dari tenda dome kami langsung melihat dari dekat aliran sungai di atas pasir putih halus yang sangat indah. Teh hangat pagi hari juga datang di buat kodap. Santai dengan roti dan teh dilalui sampai jam 09.00,
sejam kemudian kami bergegas untuk membuat jalur navigasi,akhirnaya aku sama ubur membuka kompas dengan membidik sudut 75º berbagai pertimbangan di bicarakan saat membuat jalur akhirnya sampai ke titik 8 kamipun menghentikan untuk membidik kompas kami akhirnya turun ke pinggiran hutan yang gak jauh dari penyebrangan,
sebelumnya merapi dan egon turun untuk membuat penginapan di malam ke 2. Matahari sudah jauh turun pertanda hari sudah petang. Malam pun datang seperti biasanya malam kami lalui dengan diskusi bebas, mulai dari lingkungan hidup sampai ujung-ujungnya agama, pas pula waktu itu ubur yang lebih paham tentang agama, apabila kami terbentur kami langsung di kasih arahan sama ubur, berlandaskan pada al quran dan sunah rasul. Malam semakin larut seperti biasa juga, kami satu-satu mulai menuju pembaringan,
Pagi yang cerah dengan segelas teh untuk bersama plus roti manis. Jam 11.00 aku bersama ubur melanjutkan titik yang belum selesai hari kemaren, semak-semak yang kami lalui mengeluarkan aroma hutan yang sangat segar. Waktu itu aku sedang memperhatikan sebatang pohon besar yang sangat kokoh dililit oleh akar kayu yang sangatbesar ,terkagum-kagum, Ubur menyahut, kita langsung aja ke camp cek peralatan mana tau di larikan oleh monyet.kami berdua langsung jalan sambil tengok kiri kanan belantara ghimbo gano.
Sesamapai di camp kami menikmati segelas teh lagi yang telah di sajikan egon, cerita demi cerita kami lalui, sambil melepas lelah melaksanakan tugas sebagai tim advan.malam tiba, ntah kenapa tak seperti malam biasanya, kami cepat tergolek di pembaringan.
 7 desember 2011,bangun tidur melihat aliran air dengan santai, tak mau mencelupkan ujung kaki ke atas air rasanya, karena terasa dingin dan menusuk sampai ke tulang. Jam terasa begitu lama sambil menunggu panggilan dari kampung untuk menjemput peserta dan panitia PDCA ke 18 ke arah penyebrangan.
Waktu terus berjalan jam menunjukkan pukul 15.00 kami pun tim event langsung turun ke penyebrangan sungai Kampar yang memakan waktu 15 menit perjalanan. Kami sampai, tak lama kemudian terdengar suara truk dari arah jalan, rupanya panitia dan peserta telah sampai di lokasi kata salah seorang tim event.
Setelah truk dimatikan kamipun di guyur hujan tanpa ada aba-aba dari alam sebelumnya, setelah beberapa waktu melakukan upacara dan mengasih arahan dari tim event dan warga setempat, pesannya tolong jaga sikap kalau sudah sampai di hutan, haripun sudah mulai gelap, tak terasa sudah pukul 18’30,
Akhirnya panitia jalan duluan yang di pandu oleh tim event, sedangkan peserta, aku yang bawa dengan Ubur,dalam perjalanan pun peserta kami kasih arahan, apabila kita masuk tempat baru tolong kasih salam,ujarku. Setelah lama berjalan ditemani senter besi, tim event dan peserta sampai juga di camp pertama peserta,saya juga selaku korlap kami langsung memberikan instruksi kepada peserta dalam 1 jam camp dan masakan sudah selesai dibuat.
Kami tinggalkan peserta dan kembali ke posko induk sekitar 100 m dari camp peserta, mereka bilang tenda terpal biru. Setelah sejam kemudian kami 2 orang korlap cek peserta lagi,ternyata peserta aman-aman saja.
Panitia pun melakukan breving jam 21.00 untuk agenda malam rabu itu, jam 22.00 gonjes membawa peserta jauh dari camp mereka yang telah tersusun rapi oleh panitia.pada waktu itulah semua panitia turun untuk melakukan sweaping logistic peserta, tak ada yang tersisa kecuali perlengkapan survival.
Setelah usai peserta pun di balikkan ke camp mereka, mereka malah bingung kok tenda biru mereka acak-acakan. Mereka bertanya-tanya kepada panitia malam itu pas korlap mengecek peserta sejam sekali selama semalam tersebut. Pagi datang panitia mulai berkemas barang untuk melanjutkan ke camp kedua yang menempuh jarak 1 jam perjalanan kalua bawa barang.
8 desember 20011 pagi itu korlap dan tim event akan melepas peserta dengan melakukan navigasi darat, yang telah di buat, panitia telah selesai packing dan sarapan mereka siap berangnkat pukul 08.00,n peserta berangkat jam 08.30, sebelumnya muka peserta di coret ala militer yang mau tempur,mulai la peserta di lepas dengan sudut koordinat 174º .
peserta di damping tim advan dari jarak jauh.walaupun mereka sudah di bekali dengan ilmu navigasi, mereka juga masih kebingungan,teori dan praktek memang jauh berbeda kata salah seorang peserta. Mereka terus melakukan navigasi selama satu haru full dan mereka juga di latih juga jungle survival.
Panitia yang telah duluan sampai di lokasi camp ke dua yang hanya melewati jalan umum,tanpa masuk-masuk semak seperti peserta, panitia yang berjumlah 11 orang itu bersantai-santai menghabiskan hari kamis itu tak lupa dengan kopi, teh, dan snack-snack lainnya.
Mataharipun mulai redup peserta pun belum sampai pada titik ending untuk bermalam, akhirnya di tarek langsung oleh tim event. Sampai ending mereka di suruh buat 4 buah bivak alam karena mereka dalam keadaan survival tak lupa dengan perapian, instruksi korlap. Malam itu korlap tetap bergantian tiap sejam sekali,.
Malam telah tiba sejam sekali korlap dan panitia mencek peserta menanyakan keadaan. Alhamdulillah peserta aman-aman saja, tapi mereka kecapekan, karna melakukan perjalan yang jauh.
Jam 01.00 terjadi keanehan, dari se-11 peserta hanya satu orang yang jaga, seharusnya 4 orang, dari malam itu perasaan ku mulai merasa tak enak dan selalu ada bayangan-bayangan aneh, seperti ada saja yang mengikuti
Pagi jum’at 09 desember 2011, semua peserta dikumpulkan utuk pemanasan pagi (senam) biasa korlap yang handel. Agenda pagi itu adalah SAR dan P3K, mereka di arahkan menyisir korban kecelakaan terbang layang ke arah hilir sungai, setelah mereka di kasih saran oleh korlap, mereka di lepas, sedangkan panitia sudah menunggu di titik ending untuk evaluasi materi,pas waktu itu saya yang jadi korbannya, waktu itu ada 3 korban, saya menderita patah tulang belakang (punggung), mereka akhirnya menemukan saya yang tergeletak di atas kayu dengan posisi telentang. Peserta berusaha menyelamatkan ke tiga korban kecekaan, akhirnya mereka siap dan mereka langsung di evaluasi,satu persatu instruktur maju untuk memperbaiki kesalahan peserta,salah seorang panita menghukum peserta karna kebodohan mereka juga,karena tidak memahami materi. Sampai siang mereka siap  evaluasi. Peserta di suruh balek ke camp awal sambil menyisir sungai mencari sampah plastic.
Panitia telah duluan,setelah sampai di hulu, tempat yang di tetapkan tim event, mereka langsung buat camp dan masak secukupnya yang telah di jatah panitia.
Malam jam 19.00 panitia breving untuk kegiatan malam jum’at itu, saya sudah tidak merasa enak, saya mulai merasakan,anehnya bukan saya saja yang merasakan,tapi lontok,Ubur, Bulu juga. Jam 18.00 tadi pas terakhir menyuruh peserta untuk makan jam 18.30.
Semua agenda telah di seting panitia,  agenda tes korsa di aliran sungai, tradisi mapala pasti akan tarek menarek, bentak membentak, supaya mental mereka terlatih, semua panitia turun kecuali saya dan ubur di tambah kodap 3 orang. Berdetak hati tuk melihat panita yang sedang bertugas tepat jam 20.00 saya sampai di lokasi dengan gaya berjalan yang sempoyongan, karena badan tidak enak.tak lama di lokasi kejadian aneh kami lalui, salah seorang peserta pendidikan kerasukan jin………………BERSAMBUNG,,,,,,,,,,, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar